Pembiayaan Usaha Baru
Pembiayaan Usaha Baru
Nama : Muhammad Heryyanto
NPM : 34416900
Kelas : 4ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020
DEPOK
2020
Pembiayaan Usaha Baru
Mengembangkan
suatu usaha baru akan memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit karena begitu
banyak sehingga harus melakukan suatu usaha kerjasama dengan pihak lain dalam
pencarian modal usaha sebanyak – banyaknya jika sudah mempunyai modal yang
memungkinkan maka akan meringankan beban.
1. Masalah dalam
pencarian modal Dalam usaha pencarian modal pastinya akan menemui
masalah-masalah didalamnya mulai dari masalah yang mengarah pada sistem bisnis
maupun akan kebutuhan suatu modal. Beberapa masalah yang sering ditemui dalam
pencarian modal antara lain :
·
Kurangnya ketajaman bisnis (misal : tidak jeli melihat peluang, tidak dapat
mengadaptasi masalah dengan baik)
·
Kurangnya pengalaman bisnis
·
Harus dapat mengidentifikasi lebih dahulu kebutuhan modal (baik secara
finansial maupun berupa mesin)
·
Harus ada proyeksi laba dan proyeksi mengenai tingkat pengembalian investasi
·
Harus ada identifikasi tujuan dari penggunaan modal usaha Masalah yang
berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain :
·
Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
·
Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
·
Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
·
Preferensi dari pemodal
·
Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal. Dalam menentukan pembiayaan
modal, wiraswasta harus menentukan jumlah dana maupun waktu yang dibutuhkan,
disamping proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan menengah
kecil biasanya kesulitan modal usaha berbeda dengan perusahaan besar yang
mempunyai potensi untuk berkembang.
Tahapan pendanaan
pengembangan bisnis adalah:
·
Pendanaan tahap awal
·
Pendanaan ekspansi atau perkembangan
·
Pembiayaan akuisisi dan laveraged buyouts Pembiayaan tahap awal biasanya sangat
sulit dan sangat mahal didapatkan. Sedangkan pembiayaan ekspansi dan
perkembangan lebih mudah diperoleh. Pembiayaan dalam pengembangan bisnis
sifatnya lebih spesifik. Untuk mendapatkan modal perlu mengetahui berapa banyak
kebutuhan finansial perusahaan. Perencanaan fasilitas terdiri dari likuiditas
dan laba yang dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan dimasa depan.
Proyeksi laba juga memiliki keabsahan independent sebagai laporan rugi laba
dimasa depan. Uang merupakan bentuk kekuasaan yang fleksibel, tetapi cara untuk
mendapatkan kekuasaan tersebut bisa dilakukan dengan cari lain. Pembagian
kepemilikan saham merupakan cara lain untuk mengganti pengeluaran uang dengan
pembagian sejumlah tertentu saham untuk menarik orang yang mungkin keahliannya
sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Sebagian besar investor pemodal mempunyai
ketidaksukaan yang besar terhadap resiko.
Prosedur analisa
dan penyaringan yang dilakukan investor untuk meminimalisasi dua jenis resiko:
·
Resiko tidak dikenalnya wiraswastaan yang menyebabkan hilangnya modal
·
Resiko hilangnya waktu yang digunakan untuk proyek yang tidak produktif
2. Pembiayaan Bisnis Suatu pembiayaan bisnis
sangat mengutamakan akan biaya yang berhubungan langsung dengan sistem
transaksi barang / jasa dan sebelum melakukan pembiayaan bisnis seorang
wirausaha haruslah terlebih dahulu melakukan suatu identifikasi yaitu
·
Identifikasi usaha yang akan dijalankan
·
Identifikasi sumber pembiayaan
·
Identifikasi sumber pembiayaan terbagi kedalam dua bagian yaitu
·
Internal (modal perusahaan)
·
Eksternal (investor, kredit bank)
·
Menetapkan prioritas bisnis
·
Tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis
·
Pendanaan tahap awal
·
Pendanaan ekspansi atau perkembangan
·
Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
3. Penentuan Hubungan Finansial Perusahaan
Untuk melakukan usaha terlebih dahulu wirausahawan melakukan identifikasi awal,
dan memperhitungkan berapa jumlah modal yang dibutuhkan. selain itu juga
seorang wirausaha harus ada perencanaan financial yaitu :
·
Perencanaan likuiditas (dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan)
·
Perencanaan laba (proyeksi perolehan laba) Ada beberapa cara untuk
memproyeksikan kebutuhan kas :
·
Proyeksi laporan laba/rugi
·
Proyeksi laporan neraca
·
Proyeksi arus kas
·
Ringkasan tentang kebutuhan dan penggunaan kas
4. Analisa Pulang Pokok Analisa pulang pokok
merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai,
agar tercapai posisi impas / pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi
juga tidak menderita rugi). Analisa Pulang Pokok adalah proses menghasilkan
informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang
berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.
Unsur dasar
analisa pulang pokok:
·
Biaya tetap
·
Biaya variabel
·
Biaya total
·
Pendapatan total
·
Keuntungan
·
Kerugian
·
Titik pulang pokok Rumus perhitungan impas:
Dalam satuan unit terjual = biaya tetap /
(harga @ - biaya variabel @) ·
Dalam rupiah penjualan = biaya tetap / 1 – (biaya variabel @ / harga @)
5. Mencari Sumber
Modal Usaha Sebelun melakukan pencarian modal usaha, seorang wirausahawan juga
terlebih dahulu melaksanakn penilaian terhadap kelayakan usahanya tersebut.
Pencarian sumber modal berasal dari : ·
Modal perusahaan · Modal patungan (perusahaan dengan
investor) · Modal dari investor ·
Modal pinjaman dari bank Wirausahawan mempunyai akses pada dua katagori
keuangan yaitu : pribadi dan masyarakat.
6. Hubungan dengan
Pemodal Menjalin suatu hubungan yang baik dengan pemilik modal sangat lah
penting dikarenakan pemilik modal adalah sesorng yang penting daslam
kelangsungan dalam suatu usaha, berikut adalah cara menjalin hubungan dengan
pemilik modal diantaranya: ·
Harus ada struktur kesepakatan antara perusahaan dengan pemodal ·
Membina hubungan jangka pendek maupun jangka panjang ·
Melaksanakan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam penyelesaian / pengembalian
modal.
7. Penilaian
Perusahaan Seorang wirausahawan perlu melakukan penilaian terhadap kinerja
manajemen termasuk kepada seluruh anggota perusahaan penilaian hasil usaha
dengan melakukan evaluasi pada laporan perusahaan, diantara nya seperti :
·
Laporan laba / rugi
·
Laporan neraca
·
Laporan perubahan modal
·
Laporan arus kas Melakukan evaluasi eksternal (melalui angket/kuis), bagaimana
tanggapan masyarakat terhadap perusahaan.
8. Sumber-sumber
permodalan Umumnya dana permodalan dapat diperoleh dalam 3 cara, antara lain:
a. Dana Sendiri Menggunakan
dana sendiri paling banyak dilakukan oleh pengusaha dalam memodali usahanya.
Pemakaian dana ini dimungkinkan bila memiliki simpanan uang tunai di bank
ataupun berupa reksadana. Dengan dana pribadi ini, kita bisa lebih fleksibel
dalam pemakaian jumlah dana sewaktu-waktu, serta bebas mengalokasikan dana
sesuai dengan keputusan sendiri. Sekaligus anda akan terbebas dari bunga,
pemotongan keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan pihak lain. Meskipun
demikian terkadang menggunakan dana sendiri juga memilki kelemahan seperti
kurangnya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam pencatatan keuangan, dan
bila merugi maka harus menanggung kerugian sendiri
b. Dana Pinjaman
Jika anda tidak mempunyai simpanan dana pribadi dan kekurangan dana, maka alternatif
lainnya adalah dana pinjaman. Berikut ini adalah berbagai macam alternatif dana
pinjaman (terutama kredit perbankan) :
·
Kredit Usaha Kredit usaha pada berbagai Bank dikemas dengan nama yang berbeda.
Kredit usaha diberikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Biasanya kredit
usaha perbankan dibedakan menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja, atau
mungkin juga gabungan keduanya. Bagi pengusaha yang hendak mengambil fasilitas
kredit ini harus mempelajari dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.
Dianjurkan untuk mencari kredit usaha pada bank yang mendukung UKM dan Bank
pemerintah, mengingat suku bunga yang rendah.
·
Kredit Tanpa Agunan (KTA) Beberapa lembaga perbankan meluncurkan program Kredit
Tanpa Agunan (KTA), yaitu kredit perorangan yang tidak menggunakan agunan
sebagai jaminan untuk keperluan konsumtif. Untuk para pemula usaha, kredit ini
dapat menjadi salah satu sumber pendanaan bagi yang tidak memerlukan kredit
dalam jumlah besar. Umumnya kredit yang diberikan berkisar 5 juta sampai maksimal
150 juta, dengan jangka waktu yang beragam. Bagi yang ingin mendirikan usaha
baru mungkin akan kesulitan mendapatkannya. Namun jika anda masih berprofesi
sebagai karyawan, maka anda bisa menggunakan profesi tersebut untuk mendapatkan
kredit ini guna membangun usaha.
·
Kredit BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Fasilitas kredit dari BPR relatif lebih
mudah persyaratan dan prosesnya dibandingkan di bank umum. BPR melayani
orang-orang yang butuh pendanaan usaha, terutama UKM, dengan sistem dan
persyaratan yang cenderung mudah. Tapi harus diingat tingkat bunganya cenderung
lebih tinggi dari bank umum, dengan jangka waktu yang relatif lebih singkat.
·
Leasing atau Lease Back Leasing ialah program pendanaan yang diberikan oleh
suatu lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan pendanaan, dimana pinjaman
tersebut diberikan tidak berupa uang tunai, namun berupa pembelian aset
bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor Sedangkan lease back adalah
pinjaman yang diberikan pada usaha yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan
BPKB kendaraan bermotor yang dimiliki.
·
Perum Pegadaian Suatu lembaga keuangan yang dimiliki pemerintah untuk
menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang tertentu, dengan tingkat bunga yang
relatif rendah dan dihitung per 2 mingguan. Anda bisa memilih produk pegadaian
yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan usaha, seperti KCA (Kredit Cepat Aman),
Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai), ataupun Kreasi (Kredit Angsuran Sistem
Fiducial).
·
Koperasi Koperasi yang menyalurkan pendanaan adalah koperasi kredit (Kopdit)
ataupun KSP (koperasi simpan pinjam). Umumnya persyaratan yang diperlukan
adalah anda harus menjadi anggota dari koperasi tersebut. Dengan menjadi
anggota dan melakukan simpanan, maka anda berhak untuk mendapatkan fasilitas
kredit. Sebab pada umumnya, koperasi hanya melayani kredit bagi anggotanya saja
·
Pinjaman BUMN Dana yang digunakan sebagai pinjaman dari BUMN adalah dana
kemitraan yang sebagian berasal dari laba perusahaan yang disisihkan untuk
pengusaha kecil. Program dana kemitraan ini disebut juga Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. BUMN yang memiliki program kemitraan ini antara
lain PT Jamsostek, Pertamina, PT GAs Negara, dan sebagainya. Untuk informasi
ini dapat dicari di Kementrian BUMN)
·
Pinjaman Departemen Pemerintah juga memberikan program kredit usaha kecil
melalui beberapa departemen. Ada tiga departemen yang mempunyai fasilitas
pembiayaan untuk UKM, yaitu Departemen Pertanian, Departemen Koperasi dan
Departemen Perindustrian. Khusus untuk usaha rumah makan, departemen yang
memungkinkan untuk memberikan pinjaman adalah Departemen Koperasi.

Komentar
Posting Komentar