Kewirausahaan Rencana Bisnis
Kewirausahaan Rencana Bisnis
Nama : Muhammad Heryyanto
NPM : 34416900
Kelas : 4ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020
DEPOK
2020
Menyusun Rencana
Bisnis
Seperti diketahui untuk memulai sebuah usaha
diperlukan sebuah rencana bisnis yang matang, anda harus meluangkan waktu untuk
mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang berhubungan dengan usaha nantinya,
mulailah dengan mencatat apa saja yang terlintas di pikiran anda, kemudian cari
informasi dan data-data lainnya, apa saja yang harus disertakan dan apa saja
yang tak perlu disertakan, bagaimana melengkapi dan dimana anda dapat
mendapatkan sumber-sumber informasi untuk menyusun rencana bisnis yang baik.
Ada tujuh komponen dalam menyusun rencana bisnis (Business Plan), semua bagian tersebut penting, saling
terkait dan berhubungan dalam kegiatan perencanaan bisnis sehingga menghasilkan
sebuah persiapan yang baik untuk memulai bisnis. Wartawirausaha kali ini akan
membahas secara singkat tentang bagaimana membuat rencana bisnis yang
sederhana, tentu konsep ini dapat anda kembangkan sesuai kebutuhan agar dapat
menemukan konsep yang paling cocok dan fleksibel. Dalam artikel kedua juga kami
sertakan contoh gambaran sederhana menyusun rencana bisnis membuat situs
marketplace. Berikut adalah komponen-komponen penting dalam menyusun sebuah
rencana bisnis.
1. Ulasan Deskripsi Bisnis
Disini anda harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan. Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa depan. Juga berikan informasi peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar yang ada.
Disini anda harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan. Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa depan. Juga berikan informasi peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar yang ada.
2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus anda gunakan untuk menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan pasar sehingga target penjualan dapat ditentukan (kemana produk anda akan dipasarkan).
Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus anda gunakan untuk menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan pasar sehingga target penjualan dapat ditentukan (kemana produk anda akan dipasarkan).
3. Analisa Pesaing
Analisa Pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing anda dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatannya, kemudian mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing. Anda juga harus mencari strategi untuk menghalangi pesaing masuk dan meniru strategi yang sama dengan anda.
Demikian juga dengan kelemahan yang ditemukan, dapat dieksploitasi dengan mengembangkan produk yang lebih baik dari pesaing anda.
Analisa Pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing anda dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatannya, kemudian mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing. Anda juga harus mencari strategi untuk menghalangi pesaing masuk dan meniru strategi yang sama dengan anda.
Demikian juga dengan kelemahan yang ditemukan, dapat dieksploitasi dengan mengembangkan produk yang lebih baik dari pesaing anda.
4. Rencana Desain dan Pengembangan
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Ini berguna untuk membuat rencana anggaran biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan.
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Ini berguna untuk membuat rencana anggaran biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan.
5. Rencana Operasional dan Manajemen
Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
6. Pembiayaan
Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Darimana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi dalam perusahaan agar berjalan lancar.
Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Darimana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi dalam perusahaan agar berjalan lancar.
7. Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan. Anda dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha.
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan. Anda dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha.
Pengertian Rencana Bisnis
Rencana bisnis atau business plan adalah
pernyataan formal dan tertulis mengenai tujuan-tujuan dari sebuah bisnis dan
cara mencapai tujuan tersebut. Kenyataannya banyak orang gagal membuat sebuah
rencana bisnis disaat akan melakukan bisnis. Beberapa orang meyakini yang
penting dari sebuah bisnis adalah jalankan saja.
Alasan
Membuat rencana bisnis
Berikut ini 8 alasan, Anda perlu
membuat rencana bisnis atau business plan:
- Kejelasan bisnis yang akan
dikerjakan.
- Mengenal struktur dan strategi
perusahaan.
- Mendapatkan penjelasan detil
mengenai pasar.
- Mengetahui cara memasarkan
bisnis.
- Menggali ide atau pemikiran
awal.
- Mengetes perhitungan bisnis.
- Mempertajam sistem operasional.
- Mengenal pesaing
Sumber pendanaan dari pihak ketiga
misal perbankan, investor atau modal ventura memerlukan dokumen tertulis untuk
mengetahui bisnis yang akan dibuat. Oleh sebab itu tantangan pertama
seorang calon entrepreneur adalah membuat rencana bisnis atau business
plan yang menjual.
Ada banyak versi yang menjelaskan
mengenai bisnis dan rencana bisnis. Salah satunya adalah pendapat dari Garret
Sutton.
Garret Sutton adalah seorang pakar dalam hukum bisnis
dan penulis buku The ABC’s of Writing Winning Business Plan.
Beliau menyebutkan bahwa “Bisnis adalah
sebuah rencana, bukan produk atau prosedur.”
Perencanaan bisnis harus menjawab 3 pertanyaan penting
bagi investor atau kreditur:
- Apakah
saya dapat menghasilkan uang dengan berinvestasi di bisnis ini? Pertanyaan
ini ingin berusaha menyakinkan kepada investor atau kreditur mengenai
risiko dan imbal hasil, jika mereka berinvestasi di bisnis kita.
- Apakah saya menyukai dan
mengerti bisnis tempat saya berinvestasi ini?
- Apakah saya mempercayai
orang-orang dengan siapa saya berinvestasi?
Komponen Perencanaan Bisnis
Ada 3 (tiga) komponen penting yang perlu diperhatikan
dalam menyusun perencanaan bisnis atau Business Plan, yaitu :
1. Konsep Bisnis
Konsep bisnis merupakan ide bisnis tertulis yang
berisi visi misi sebuah bisnis, dan nilai produk atau jasa yang akan diberikan
kepada pelanggan. Konsep bisnis juga menjelaskan mengapa pelaku usaha sangat
kompeten untuk menawarkannya.
2. Market/ Pasar
Analisa mengenai situasi pasar meliputi pelanggan,
pesaing, proses distribusi, dan promosi. Dalam hal ini perlu dibuat sebuah
markefing plan yang matang yang menjabarkan rencana pemasaran yang akan
dijalankan dalam rangka memenangkan persaingan, dan mencapai target yang telah
ditentukan. Markefing Plan terdiri dari kondisi pasar eksisting, review atas
kompetitor, strategi pemasaran, dan strategi harga. Kondisi pasar eksisting
mengungkapkan adanya besaran permintaan pasar atas produk
atau jasa layanan yang ditawarkan baik secara
keseluruhan maupun per segmentasi. Kunci sukses awal dari markefing plan adalah
seberapa jauh perusahaan dapat mengenal calon customers apa yang dibutuhkan,
yang tidak dinginkan, dan yang diharapkan customers.
3. Finansial
Finansial
menjelaskan tentang situasi keuangan yang terdiri dari Income statement/
laporan laba rugi, balance sheet, (jika bisnis tersebut sudah berjalan),
proyeksi laba rugi dan arus kas. Analisa dan strategi keuangan sangat penting
dalam menyusun business plan guna memberikan gambaran sistematis terhadap
langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai profitabilitas yang
diharapkan. Financial Plan disusun dengan cara menentukan secara aktual jumlah
dana yang dibutuhkan untuk memulai kegiatan bisnis dan dana yang dibutuhkan
untuk kegiatan operasional perusahaan.

Komentar
Posting Komentar