Kepemimpinan
Kepemimpinan
Nama : Muhammad Heryyanto
NPM : 34416900
Kelas : 4ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020
DEPOK
2020
Kepemimpinan
Kepemimpinan
merupakan sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup
kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk “memimpin” atau membimbing
orang lain, tim, atau seluruh organisasi.
Literatur
para spesialis saling beradu pandangan, membandingkan antara pendekatan Timur
dan Barat dalam kepemimpinan, dan juga (di Barat sendiri) antara pendekatan
Amerika Serikat dengan Eropa. Civitas akademika di A.S. mengartikan
kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang di dalamnya seseorang
dapat melibatkan bantuan dan dukungan selainnya dalam usaha mencapai suatu
tugas bersama.
A. Mengetahui Jiwa Kepemimpinan dalam
Tim Kerja yang Efektif
Kepemimpinan pada dasarnya tidak
bisa berjalan sendirian. Kepemimpinan muncul karena kerja sama dengan orang
lain. Tanpa orang lain, tidak ada pemimpin, kepemimpinan bukanlah upaya satu
orang saja, melainkan melibatkan kerja sama tim. Tim yang handal adalah tim
yang bisa bekerja sama, saling percaya, dan saling menghargai
Cara membangun jiwa kepemimpinan
dalam diri seseorang
1. Memiliki Sikap Positif
Seseorang yang memiliki sikap
positif biasanya akan memberikan efek yang baik bagi dirinya sendiri ataupun
orang lain. Seorang pemimpin adalah panutan bagi bawahannya, jadi jika seorang
pemimpin memiliki sikap yang positif, maka bawahannya pun akan memiliki sikap
yang pisitif pula, begitupun sebaliknya.
2. Mengambil Risiko
Seorang pemimpin harus berani dalam
mengambil risiko. Karena di dalam dunia kepemimpinan terdapat 3 aspek yang
penting, yaitu sasaran, risiko dan konsekuensi.
3. Jadilah Orang yang Inovatif
Untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan,
seseorang harua memiliki pemikiran yang inovatif. Pemimpin harus berpikir
tentang bagaimana cara yang efektif dan efisien yang belum pernah dilakukan
oleh orang lain saat menghadapi suatu persoalan.
4. Memiliki harapan
Setelah semua yang usaha dan upaya
yang telah dilakukan, pemimpin harus memiliki harapan yang baik dan tinggi. Hal
tersebut akan membuat bawahannya memiliki sikap yang optimis dan dapat menjadi
motivasi bagi bawahannya untuk bekerja dengan baik dan berharap bahwa apa yang
telah dikerjakan akan memberikan kinerja yang baik
5. Menghargai Waktu
Untuk memiliki jiwa kepemimpinan,
seseorang harus dapat menghargai setiap waktu yang berjalan. Karena istilah
waktu adalah uang dapat menjadi pedoman untuk menjadi pemimpin yang baik.
6. Memiliki Motivasi Berkembang
Untuk memiliki jiwa kepemimpinan,
seseorang harus memiliki motivasi berkembang yang baik dalam dirinya. Karena
menjadi pemimpin berarti harus siap untuk menghadapi persaingan-persaingan
dengan pemimpin yang lain
B. Memiliki Dedikasi, Daya Nalar, dalam
peran Anggota Tim
Tim adalah sekelompok orang yang
saling berhubungan atau bekerja sama untuk tujuan yang sama. Dalam Tim setiap
orang mempunyai tugas yang mana dalam tugas tersebut terdapat
subtugas yang saling terkait. Tim memiliki anggota dengan keterampilan yang
saling melengkapi dan menghasilkan sinergi melalui upaya yang terkoordinasi
yang memungkinkan setiap anggota untuk memaksimalkan kekuatan mereka dan
meminimalkan kelemahan mereka.
Peran anggota tim
1. Dedikasi
Istilah dedikasi sering kita dengar dalam dunia kerja
yang menunjukkan sikap dan kinerja seseorang terhadap pekerjaannya dan
perusahaan. Kata dedikasi digunakan untuk menggambarkan sikap dan pengorbanan
seseorang terhadap sesuatu yang menjadi pekerjaan atau profesinya.
Ciri-ciri orang yang memiliki dedikasi
- Memiliki semangat tinggi
- Memiliki sikap melayani
- Memiliki Jiwa Menyenangkan
- Memiliki Jiwa Menyenangkan
- Memiliki Komitmen Tinggi
2. Ketekunan
Ketekunan adalah upaya bersinambung
untuk mencapai tujuan tertentu tanpa mudah menyerah hingga meraih keberhasilan.
ketekunan tetap berlangsung walau adanya rintangan yang menghadang anda,dan
anda mengetahui apa yang anda lakukan adalah benar”. Ketekunan sering juga
digambarkan sebagai keberhasilan seseorang melakukan sesuatu melalui percobaan
dan kesalahan yang dialaminya. Semacam bentuk keuletan bekerja.
3. Daya Nalar
Daya nalar dapat diartikan sebagai
kekuatan atau usaha untuk melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan baik dan
buruk oleh akal. Artinya bahwa daya nalar adalah kesanggupan seseorang untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan akal pikirannya. Pemahaman ini barangkali masih
bersifat umum.
C. Berpikir Terbuka dan Komunikasi
antara Pemimpin dan Pekerja
Pemimpin dan pekerja
harus saling berpikir terbuka dan menjalin komunikasi yang baik untuk menjalin
hubungan yang baik. Berikut ini merupakan penjelasannya.
a. Berpikir terbuka
Open Minded (pikiran terbuka) adalah
ketika anda tahu bahwa anda benar, tetapi anda juga tahu anda bisa saja salah
dan mau untuk mendengar opini atau sudut pandang orang lain yang berbeda maupun
yang tidak sesuai dengan pemikiran anda.
b. Komunikasi
Pengertian komunikasi secara umum
adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua
individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah.
Pemimpin yang baik tidak hanya menggunakan komunikasi untuk menginspirasi
orang dengan sebuah visi dan menanamkan nilai-nilai yang diperlukan untuk
mencapai tujuan organisasi, namun mereka juga berkomunikasi untuk membantu
orang memahami tujuan kerja mereka yang lebih besar (menemukan makna), pemimpin
harus Memilih jalur komunikasi yang tepat dan memfasilitasi dialog bagi
pekerja.
D. Manajemen Konflik
Manajemen konflik adalah sebuah
pendekatan yang dilakukan serta diarahkan untuk komunikasi dengan pelaku
konflik. Yang mana pelaku konflik dapat memengaruhi kepentingan bersama suatu
organisasi. Sedangkan enurut ahli Howard Ross, manajemen konflik adalah langkah
yang diambil pihak ketiga dengan tujuan mengarahkan konflik ke hasil tertentu
yang mungkin/tidak menghasilkan hasil akhir berupa penyelesaian konflik atau
mungkin/tidak menghasilkan ketenangan atau hasil mufakat.
Fungsi manajemen konflik
1. Meningkatkan kinerja dan keaktifan
karyawan
2. Meningkatkan kinerja dan keaktifan
karyawan
3. Melatih kemampuan menyelesaikan
konflik
4. Meningkatkan rasa saling
menghormati.

Komentar
Posting Komentar