Aspek Keuangan
Aspek Keuangan
Nama : Muhammad Heryyanto
NPM : 34416900
Kelas : 4ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020
DEPOK
2020
ASPEK
KEUANGAN
PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN
Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang
bisnis (usaha) sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal
(uang), di samping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu
bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva
tetap, hingga modal kerja.
Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat
dicari dari berbagai sumber dana yang ada. Sumber dana yang dicari dapat
dipilih, apakah dengan cara menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman
(modal asing). Penggunaan masing-masing modal tergantung dengan tujuan
penggunaan modal, jangka waktu serta jumlah yang diinginkan perusahaan.
Masing-masing modal memiliki keuntungan dan kerugian. Hal ini dapat dilihat
dari segi biaya, waktu, persyaratan untuk memperolehnya, dan jumlah yang dapat
dipenuhi.
Masalah yang perlu memperoleh perhatian berkaitan
dengan perolehan modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu
tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan
estimasinkeuntungan yang diperoleh dari masa-masa mendatang. Estimasi
keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam
suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam
pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu dibuatkan estimasi
pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan. Semua itu tentunya menggunakan
asumsi-asumsi tertentu yang akhirnyaa akan dituangkan dalam aliran kas (cash
flow) perusahaan selama periode usaha.
Dengan dibuatnya aliran khas perusahaan, kemudian
dinilai kelayakan investasi tersebut melalui kriteria kelayakan investasi.
Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi ini layak atau tidak dijalankan
dilihat dari aspek keuangan. Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha
berdasarkan kriteria investasi dapat dilakukan melalui pendekatan payback
Periode (PP), Average Rate of Return (ARR), Net Present Value (NPV), Internal
Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Break Event Point.
Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan
hendak melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan
dari laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keungan yang dinilai biasanya
adalah neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode. Metode penilaian
yang digunakan adalah dengan meggunakan rasio-rasio keuangan tertentu seperti
rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio rentabilitas, serta
rasio keuangan lainnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek
keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan
secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada
beberapa pengusaha menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk
dianalisis karena dari aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan
keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting
untuk diteliti kelayakannya. Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan
meliputi hal-hal seperti :
1. Sumber-sumber
dana yang akan diperoleh.
2. Kebutuhan
biaya investasi.
3. Estimasi
pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode
termasuk jenis-jenis dan jumlah
biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
4. Proyeksi
neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode kedepan.
5. Kriteria
penilaian investasi.
6. Rasio keuangan
yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
SUMBER-SUMBER DANA
Untuk mendanai suatu kegiatan investasi, maka
biasanya diperlukan dan ayang relatif cukup besar. Perolehan dana dapat dicari
dari berbagai sumber dana yang ada seperti dari modal sendiri atau dari modal
pinjaman atau keduanya. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal
pinjaman atau modal gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang
dibutuhkan dan kebijakan pemilikusaha. Pertimbangannya tidak lain adalah untung
ruginya jika menggunakan salah saatu modal atau dengan modal gabungan.
Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui,
selanjutnya yang perlu ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut
didapat, yang jelas, yang akan dipilih adalah sumber dana yang mempunyai biaya
paling rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan.
Penggunaan kedua jenis modal baik untuk modal
investasi maupun untuk modal kerja jelas berbeda. Dilihat dari segi sumber
asalnya, modal dibagi dua macam, yaitu :
1. Modal Asing (Modal Pinjaman)
Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang
diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara
pinjaman. Menggunakan pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan
terkena beban biaya, yaitu biaya administrasi, provisi, dan komisi, serta bunga
yang besarnya relatif. Kemudian adanya kewajiban untuk mengembalikan pinjaman
setelah jangka waktu tertentu sesuai perjanjian sebelumnya. Perolehan modal
asing juga relatif sulit karena diperlukan syarat-syarat tertentu sesuai dengan
kebijakan pemilik dana.
Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang
relatif tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Disamping itu
dengan mengguynakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak
manajemen untuk sungguh-sungguh mengejakan usaha yang dijalankan. Sumber dana
modal asing dapat diperoleh antara lain dari :
a. Pinjaman
dari dunia perbankan.
b. Pinjaman dari
lembaga keuangan seperti perusahaan modal ventura, asuransi, leasing, dana
pensiun, atau lembaga keuangan lainnya.
c. Pinjaman
dari perusahaan nonbank.
2. Modal Sendiri
Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari
pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau
terbuka. Tertutup artinya hanya dari kalangan internal pemilik saham
sebelumnya, sedangkan terbuka dengan menjual saham kepada masyarakat luas.
Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai sesuatu usaha adalah tidak
adanya beban bunga seperti modal pinjaman. Perusahaan
hanya berkewajiban membayar deviden. Perolehan dana dari modal
sendiri biasanya berasal dari :
a. Setoran
dari pemegang saham.
b. Dari cadangan
laba ;atau
c. Dari
laba yang belum dibagi.
BIAYA KEBUTUHAN INVESTASI
Investasi adalah penanaman modal dalam suatu
kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang
usaha. Jangka waktu investasi biasanya lebih dari satu tahun, terutama
digunakan untuk pembelian aktiva tetap.
Komponen yang terkandung dalam biaya kebutuhan
investasi biasanya disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan. Secara garis
besar biaya kebutuhan investasi meliputi : biaya prainvestasi, biaya aktiva
tetap, dan biaya operasi. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi adalah
sebagai berikut :
1. Biaya
prainvestasi terdiri dari :
· Biaya
pembuatan studi
· Biaya
pengurusan izin-izin
2. Biaya
pembelian aktiva tetap seperti :
· Aktiva
tetap berwujud antara lain : tanah, mesin-mesin, bangunan, perlatan, inventaris
kantor dan aktiva berwujud lainnya.
· Aktiva
tetap tidak berwujud antara lain : goodwill, hak cipta, lisensi, dan merk
dagang.
3. Biaya
operasional yang terdiri dari:
· Upah
dan gaji karyawan.
· Biaya
listrik.
· Biaya
telepon dan air.
· Biaya
pemeliharaan.
· Pajak.
· Premi
asuransi.
· Biaya
pemasaran, dan
· Biaya-biaya
lainnya.
Sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan
investasi dapat digunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau kombinasi dari
keduanya. Pembiayaan untuk membeli aktiva tetap biasanya bersumber dari
pinjaman jangka panjanga, hal ini disebabkan aktiva tetap digunakan dalam
jangka waktu relatif panjang pula, sehingga pengembalian pinjamannya pun dapat
dilakukan secara jangka panjang.

Komentar
Posting Komentar