Dasar Kewirausahaan dan Rencana Bisnis
Dasar Kewirausahaan dan Rencana Bisnis
Nama : Muhammad Heryyanto
NPM : 34416900
Kelas : 4ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2020
DEPOK
2020
KONSEP KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan
merupakan sikap mental dan sifat jwa yang selalu aktif dalam usaha untuk
memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam
kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan
inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang
menuju sukses. Sedangkan menurut Menurut Peggy A. Lambing & Charles R.
Kuehl dalam buku Entrepreneurship (1999), kewirausahaan adalah suatu usaha yang
kreatif yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa
dinikmati oleh orang banyak.
Dari beberapa konsep yang ada di atas, ada
enam hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003) :
1.
Kewirausahaan
adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber
daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acad
Sanusi,1994)
2.
Kewirausahaan
adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (
Drucker,1959)
3.
Kewirausahaan
adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan
persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer,1996)
4.
Kewirausahaan
adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha dan perkembangan
usaha ( Soeharto Prawiro,1997)
5.
Kewirausahaan
adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan sesuatu yang
berbeda yang bermanfaat member nilai lebih
6.
Kewirausahaan
adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan
sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi
baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang
dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah
ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan baru kepada konsumen.
Karakteristik Kewirausahaan
1.
Motif Berprestasi
Tinggi
Para
ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya
motif tertentu,yaitu motif berprestasi. Menurut Gede Anggan Suhada (2003) motif
berprestasi adalah suatu nilai social yang menekankan pada hasrat utuk mencapai
yan terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah
kebutuhan yang harus dipenuhi. Seprti yang dikemukakan oleh Maslow (1943)
tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan-kebutuhan
sesuai dengan tingkatan pemuasannya.
Kebutuhan
berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu
yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya.Wirausaha yang
memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki cirri-ciri sebagai berikut
(Suryana, 2003) :
1.
Ingin mengatasi
sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
2.
Selalu memerlukan
umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
3.
Memiliki tanggung
jawab personal yang tinggi
4.
Berani menghadapi
resiko dengan penuh perhitungan
5.
Menyukai tantangan
dan melihat tantangan secara seimbang. Jika tugas yang diembannya sangat
ringan.maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari
tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pecapaian keberhasilan sangat
rendah.
2.
Selalu Perspektif
Seorang
wirausaha hendaknya seorang yang mampu menatap depan dengan lebih optimis.
Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang
dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang
yang memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan. Karena memiliki pandangan
jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana,2003).
Kuncinya pada kemampuan utnuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda
dengan yang sudah ada. Walaupun dengan resiko yang mungkin dapat terjadi,
seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi
pembaharuan masa depan.Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak
cepat puas dengan karya yang sudah ad. Karena itu ia harus mempersiapkannya
dengan mencari suatu peluang.
3.
Memiliki
Kreatifitas Tinggi
Menurut
Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan
berbeda. Oleh karena itu menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak
sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru.
Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003), mengungkapkan bahwa
ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan
berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah
menciptakan sesuatu dari asalnya tidak ada.
Dari definisi di
atas, kreativitas mengandung pengertian yaitu :
1.
Kreativitas adalah
menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.
2.
Hasil kerjasama
masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru
3.
Menggantikan
sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik
4.
Memiliki Perilaku
Inovatif Tinggi
Menjadi
wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan
banyak orang. Fakta sejarah menunjukkan kepada kita bahwa para wirausaha yang
paling berhasil sekalipun pada dasarnya adalah manusia biasa. Sebeer Bathia,
seorang digital entrepreneur yang meluncurkan hotmail.com pada tanggal 1996,
baru menyadari hal ini ketika ia berguru kepada orang-orang seperti Steve Jobs,
penemu computer pribadi (Apple). Dan kesadaran itu membuatnya cukup percaya
diri ketika menetapkan harga penemuannya senilai 400 juta dollar AS kepada Bill
Gates, pemilik mocrosoft yang juga manusia biasa.
5.
Selalu Komitmen
dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab
Seorang
wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat
didalam mencurahkan semua perhatiannya pada usaha yang akan digelutinya, di
dalam menjalankan usaha tersebut wirausaha yang sukses terus memiliki tekad
yang menggebu-gebu dan menyala-nyala dalam mengembangkan usahanya, ia tidak
setengahsetengah dalam berusaha, berani menanggung resiko, bekerja keras dan
tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada di pasar. Tanpa usaha yang
sungguh-sungguh terhadap pekerjaan yang digeluti maka wirausaha sehebat apapun
pasti menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Oleh karena itu pentng sekali
bagi seorang wirausaha untuk komit terhadap usaha dan pekerjaannya, serta
memiliki etos keja dan tanggung jawab yang baik.
6.
Mandiri atau Tidak
Ketergantungan
Sesuai
dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu
yang baru dan berbeda melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk
menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup, maka seorang wirausaha
harus mempuyai kemampuan kreatif dalam mengembangkan ide dan pikirannya
terutama dalam menciptakan peluang usaha dalam pikrannya, dia dapat mandiri
dalam usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain. Seorang
wirausaha harus dituntut untuk selalu menciptakan hal yang baru dengan jalan
mengkombinasikan sumber-sumber yang ada di sekitarnya, mengembangkan teknologi
baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang
dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberkan kepuasan
kepada knsumen.
7.
Berani Mengambil
Resiko
Richard
Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke
18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung resiko.
Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi,
melainkan perhitugan yang matang. Ia berani mengambil resiko terhadap
pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Oleh sebab itu wirasaha selalu berani
engambil resiko yang moderat, artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi
dan tidak terlalu rendah. Keberanian resiko yang didukung komitmen yang kuat,
mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh
hasil. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan obyektif, dan merupakan umpan
balik bagi kelancaran kegiatannya ( Suyana, 2003).
8.
Selalu Mencari
Peluang
Esensi
kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh
keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan
dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan serta sikap
mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut.
9.
Memiliki Jiwa
Kepemimpinan
Wirausahawan
yang berhasil juga merupakan pemimpin yang berhasil. Dikatakan sebagai pemimpin
karena mereka harus mencari peluangpeluang, mengumpulkan sumber daya ( bahan,
manusia , teknologi, dan modal ) yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan,
menentukan tujuan, baik untuk mereka sendiri maupun untuk orang lain, dan
memimpin serta membimbing orang lain untuk mencapai tujuan.
10.
Memiliki Kemampuan
Manajerial
Salah
satu jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kemampuan
untuk managerial usaha yang sedang digelutinya, seorang wirausaha harus
memiliki kemampuan perencanaan usaha, mengkoordinasikan usaha, mengelola usaha
dan sumer daya manusia, mengontrol usaha, maupun kemampuan mengintegrasikan
operasi perusahaannya yang kesemuannya itu adalah merupakan kemampuan managerial
yang wajib dimiliki dari seorang wirausaha, tanpa itu semua maka bukan
eberhasilan yang diperoleh tetapi kegagalan usaha yang diperoleh.
Tahapan Perencanaan Usaha
Ada
beberapa tahap yang harus dilakukan untuk mengasilkan suatu rencana usaha.
Terdapat 4 (empat ) tahap yang perlu dilakukan.
Tahap Pertama :
Mencari Ide Usaha
Tahap Kedua :
Mencari Informasi Usaha
Tahap Ketiga :
Memulai Usaha
Tahap Keempat:
Tindak Lanjut & Pengembangan Usaha.
Tahap
mencari ide usaha merupakan tahapan yang sangat krusial dalam rencana usaha.
Secara garis besar tahap mencari ide usaha didahului dengan menyeleksi sekian
banyak ide-ide usaha yang muncul dan ingin dilaksanakan. Disini perlu dilakukan
curah ide, curah pendapat atau brain storming ide sebanyak-banyaknya dengan diri
sendiri, dengan keluarga, dengan teman dan berbagai pihak lainnya yang bisa
diajak diskusi. Jumlahnya bisa puluhan bahkan ratusan.
Langkah
berikutnya ‟Menyeleksi Ide Usaha‟. Dari sekian banyak ide usaha yang terkumpul,
analisa sesuai keahlian pribadi. Maksudnya keahlian praktis yang dimiliki,
keahlian manajemen usaha, pengetahuan tentang jenis usaha, kecocokan dengan
motivasi, kaitannya dengan pengambilan risiko usaha. Dari sekian banyak ide
tersebut sekarang tinggal 5 s/d 10 ide usaha.
Ide
usaha tersebut harus diperkuat dengan usaha mencari bantuan, menghadiri
pelatihan-pelatihan usaha, mengamati pengusaha yang sukses, mempelajari dokumen
usaha yang sejenis. Hasilnya mungkin ada 3-5 ide usaha.
Langkah
berikutnya adalah melakukan analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
atau yang dikenal dengan Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities,
Threat). Akhirnya ada satu ide yang terbaik. Merupakan keputusan Ide Usaha yang
akan disusun Rencana Usahanya
Daftar Pustaka
http://ymayowan.lecture.ub.ac.id/files/2012/09/konsep-dasar-kewirausahaan.pdf
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/lina-nur-hidayati-se-mm/ppm-bussiness-plan.pdf

Komentar
Posting Komentar