Pengetahuan Lingkungan


Nama         : Muhammad Heryyanto
Kelas          : 2ID06
NPM                    : 34416900

·        HUBUNGAN ANTARA KELESTARIAN EKONOMI DAN LINGKUNGAN

Kelestarian lingkungan merupakan suatu yang tidak dapat ditawar lagi untuk memastikan kebutuhan ekonomi generasi sekarang tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan bagi generasi mendatang. Menjaga kelestarian lingkungan dibutuhkan untuk membatasi polusi, akan tetapi juga untuk memastikan lingkungan dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang. Dari sudut pandang ekonomi dampak kegiatan ekonomi terhadap lingkungan merupakan biaya eksternal dan terjadi jika dua atau lebih individu menderita kerugian. Dalam kerangka membangun sistem ekonomi yang efisien dan berwawasan lingkungan maka setiap kegiatan ekonomi seharusnya melakukan proses yang dikenal dengan internalizing external cost  (memperhitungkan biaya lingkungan atau nilai kerugian yang diderita oleh pihak lain sebagai salah satu komponen biaya produksinya).
Dari pembahasan dalam penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa pencemaran tidak hanya terbatas pada perusahaan dan individu lainnya, tetapi termasuk juga pemerintah, misalnya, karena kebijakan yang salah sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Mengingat biaya eksternal selama ini tidak dimasukkan ke dalam neraca rugi-laba perusahaan, biaya eksternal tersebut menjadi beban masyarakat. Oleh karena itu valuasi ekonomi lingkungan memiliki peran penting dalam menghitung nilai eksternal tersebut baik untuk keperluan penentuan kebijakan pengelolaan lingkungan, akuntansi perusahaan, maupun untuk kepentingan pemberian kompensasi bagi individu maupun masyarakat yang terkena dampak. Dari hasil tersebut, tingkat pencemaran akan berada pada tingkat yang paling optimal. Faktor ekonomi dapat digunakan untuk memaksa pihak yang melakukan pencemaran untuk menurunkan tingkat pencemarannya. Sehingga ilmu ekonomi dapat diterapkan untuk pengelolaan lingkungan hidup yang lestari dan pengendalian pencemaran yang disebabkan oleh kegiatan ekonomi. Cabang ilmu ini telah dikenal sebagai ilmu ekonomi lingkungan, yang merupakan pengembangan dari ilmu ekonomi sumber daya alam.

·     AZAS-AZAS PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Azas 1
Semua energi yang memasuki organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat dirubah dari satu bentuk kebentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan. Sebagai contoh, banyaknya kalori, energi yang terbuang dalam bentuk makanan diubah oleh jasad hidup menjadi energi untuk tumbuh berbiak, menjalankan proses metabolisme, dan yang terbuang.

Azas 2
Tidak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien. Sebagai contoh misal energi yang diambil oleh hewan untuk keperluan hidupnya adalah dalam bentuk makanan padat yang bermanfaat, tetapi panas yang keluar dari tubuh hewan karena lari, terbang, atau berenang terbuang tanpa guna.




Azas 3
Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori sumber daya alam. Sebagai contoh misal hewan mamalia di padang pasir, pada musim kering tiba persediaan air habis dilingkungannya, maka harus berpindah ke lokasi yang ada sumber airnya.

Azas 4
Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaannya sudah mencapai optimal, pengaruh unit pengadaannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi. Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum. Sebagai contoh pada keadaan lingkungan yang sudah stabil, populasi hewan atau tumbuhannya cenderung naik – turun (bukan naik terus atau turun terus).

Azas 5
Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya, dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut. Sebagai contoh suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber makanan.



Azas 6
Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan dari pada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya. Sebagai contoh mula-mula di bukit pasir tumbuhan pelopor itu kemudian berhasil mengubah keadaan lingkungan.

Azas 7
Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal. Sebagai contoh Keadaan iklim yang stabil dalam waktu yang lama tidak saja akan melahirkan keanekaragaman spesien yang tinggi, tetapi juga akan menimbulkan keanekaragaman penyebaran kesatuan populasi.

Azas 8
Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson,bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut. Sebagai contoh burung dapat hidup dalam suatu keadaan lingkungan yang luas dengan spesies yang kurang beraneka ragam, karena burung mempunyai kemampuan menjelajah.

Azas 9
Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomassa dibagi produktivitas. Sebagai contoh spesies bertambah dan terdapat juga tumbuhan dalam bentuk komunitas tumbuhan yang berlapis-lapis.




Azas 10
Pada lingkungan yang stabil, perbandingan antara biomassa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sebagai contoh apabila suatu masyarakat berkembang semakin maju, memang secara keseluruhan ada penurunan harga energi per unit produksi kotor nasional (gross national product), tetapi pada waktu yang sama produksi kotor nasional per kapita naik dengan sangat cepat, sehingga terdapat peningkatan pengeluaran energi per orang.

Azas 11
Sistem yg sudah mantap (dewasa) mengeksploitasi sistem yg belum mantap (belum dewasa). Sebagai contoh tenaga kerja dari ladang, kampung, kota kecil mengalir ke kota besar (metropolitan) karena keanekaragaman kehidupan kota besar melebihi tempat asalnya atau cendekiawan yang berasal dari daerah enggan kembali ke asalnya, karena taraf keanekaragaman penghidupan kota besar lebih tinggi dari daerah asalnya.

Azas 12
Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya di dalam keadaan suatu lingkungan. Sebagai contoh adaptasi secara tiba-tiba oleh serangga dan ikan yang berwarna semarak di daerah tropika yang kaya keanekaragaman.






Azas 13
Lingkungan yang mantap secara fisik memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yg mantap,yang kemudian dapat menggalakan kemantapan populasi lebih jauh lagi. Sebagai contoh jumlah spesies tumbuhan dan hewan habis di eksploitasi oleh manusia dan menyebabkan semakin lama jumlahnya semakin sedikit.

Azas 14
Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung pada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu. Sebagai contoh burung elang sangat tergantung pada tikus tanah sebagai sumber makanan utama, dan tikus tanah sangat bergantung pada spesies tumbuhan, tumbuhan tersebut tergantung pada jenis tanah tertentu untuk hidupnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ethics_Tragedi Bhopal_04

Tugas Etika Propesi

Kiat Belajar Matematika