Kegunaan Minyak Bumi
Kegunaan Minyak
Bumi
- Gas Alam • Gas dari hasil distilasi yang dipergunakan untuk keperluan bahan bakar rumah tangga atau pabrik. • Bahan bakar fosil berbentuk gas terutama terdiri dari Metana (CH4).
- Bensin • Bensin adalah cairan campuran yang berasal dari minyak bumi dan sebagian besar tersusun dari hidrokarbon. Bensin banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor seperti sepeda motor. • Beberapa jenis bensin yang dikenal di Indonesia diantaranya: 1.Premium, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 87 2.Pertamax, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 92. 3.Pertamax Plus, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 95. 4.Pertamax Racing, produksi Pertamina yang memiliki Oktan 100. Khusus untuk kebutuhan balap mobil.
- Nafta • Nafta adalah material yang memiliki titik didih antara gasolin dan kerosin yang digunakan untuk : – Pelarut dry cleaning (pencuci) – Pelarut karet – Bahan awal etilen – Bahan bakar jet dikenal sebagai JP-4
- Kerosin • Kerosin digunakan sebagai: - Minyak tanah - Bahan bakar jet dikenal dengan air plane - Bahan bakar motor Motor-motor yang menggunakan kerosin sebagai bahan bakar adalah : 1. Alat-alat pertanian (traktor). 2. Kapal perikanan. 3. Pesawat penerangan listrik kecil.
- Solar dan diesel • Solar adalah fraksi minyak bumi dengan titik didih antara 270- 350°C. Minyak Solar biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel pada kendaraan bermotor seperti bus, truk, kereta api dan traktor . • Solar dan diesel digunakan sebagai – Pada bahan bakar motor, diesel tipe besar (seperti Bus & Truk ) – Memproduksi uap – Mencairkan hasil perindustrian – Membakar batu – Mengerjakan panas dari logam
- 6. Minyak Pelumas • Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. • Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yangberhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang dipakai pada mesinpembakaran dalam. Kegunaan minyak pelumas diantaranya mencegah karat dan mengurangi gesekan.
- Lilin • Digunakan untuk penerangan, kertas pembungkus berlapis, lilin batik, korek api, dan bahan pengkilap seperti semir sepatu.
- Bitumen (Aspal) Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air. Aspal sering juga disebut bitumen. Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal akan bersifat padat pada suhu ruang dan bersifat cair bila dipanaskan. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Kegunaan aspal adalah untuk melapisi permukaan jalan.
- Dampak Positif Penggunaan minyak bumi Dampak positif penggunaan bumi ya jelas saja dong sebagai bahan bakar. Karena satu- satunya sumber energi yang sangat diperlukan dan dapat dieksplorasi secara besar-besaran adalah minyak bumi. Minyak bumi bisa diolah menjadi LPG dan LNG, bensin, kerosin, aspal, dll
- Pencemaran udara Turunnya kualitas udara akibat zat sisa dari pemakaian minyak bumi.
- Perubahan iklim Penggunaan minyak bumi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2¬. Gas tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca di bumi sehingga terjadilah pemanasan global yang sekarang ini sedang terjadi. Pemanasan global tersebutlah yang memicu perubahan iklim di berbagai balahan dunia
- Pencemaran air Eksploitasi miyak bumi dengan menggunakan kapal tangker, tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran pada kapal tangker tersebut. Karena kapal tangker itu bocor, maka minyak mentah yang ada di dalamnya akan keluar dan jatuh keair sehingga mengakibatkan pencemaran air.
- Dampak Negatif Yang Ditimbulkan Oleh Limbah Petrokimia • Efek rumah kaca yang disebabkan oleh gas -gas buang CO2, CH4 dan N2O. Pengaruh efek rumah kaca terhadap tumbuhan dan mikroorganisme atau biomassa adalah terganggunya proses fotosintesis, karena rantai makanan gas CO2 dari sinar matahari dan H2O dalam tanah diubah oleh tumbuhan menjadi karbohidrat sebagai sumber energi, apabila proses fotosintesis terganggu akhirnya tumbuhan banyak yang mati, karena kehilangan energi dan mikroorganisme tanah tidak dapat menguraikan organisme yang telah mati menjadi sumber mineral yang siap diserap oleh tumbuhan. Selain itu, banyak hewan herbivora yang mati karena kehilangan sumber makanannya yaitu karbohidrat yang dapat diubah menjadi protein. • Gas buang CO2 dihasilkan dari industri yang menghasilkan amonia untuk pembuatan pupuk urea . Amonia diperoleh dari pembakaran gas methane dengan steam. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : CH4 + O2 + 2H2O + N2 2CO2 + 4NH3 ( amonia ).
- Hujan Asam, yaitu air hujan yang terkontaminasi SOX dan NOX menjadi hujan yang mengandung H2SO4 dan HNO3 sehingga pHnya menjadi sekitar 3. Hujan normal mempunyai derajat keasaman sekitar 5,6. Hujan asam ini akan mengakibatkan tanah menjadi tidak subur karena kehilangan 3 nutriennya. Perairan yang terkena hujan asam menjadi perairan yang mati atau tidak menghasilkan ikan. Sumber gas SOX berasal dari pembakaran batubara untuk menghasilkan gas hidrokarbon (seperti methane ) untuk bahan baku amonia. Sedangkan gas NOX berasal dari industri penghasil asam nitrat untuk pembuatan pupuk amonium nitrat.
- Air laut tercemar oleh logam - logam berat dari buangan industri petrokimia. Sifat fsiik air ini meliputi temperatur, warna, kekeruhan, salinitas ( kandungan garam ), derajat keasaman ( pH ), dan muatan padatan tersuspensi. Semua sifat fisik ini merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia perairan. Apabila buangan industri petrokimia mengandung logam berat seperti Pb, Hg, Ca, Mg, Fe, Cd, dan Mn dalam konsentrasi yang tinggi (1,3- 7 ppm), maka ekosistem laut tercemar dan banyak ikan - ikan yang terakumulasi logam berat ( standar Hg dalam ikan 0,5 ppm ). Apabila air laut yang tercemar digunakan untuk keperluan irigasi di perkotaan dan desa maka air tanah yang berfungsi untuk keperluan rumah tangga sehari hari akan terkontaminasi logam berat. Logam berat yang berasal dari buangan industri pertokimia juga dapat mencemari tanah. Logam berat itu adalah Cd, Cu, Pb, Zn, Mn, dan Ni. Sebenarnya tanah mengandung logam berat dalam jumlah yang sedikit ( disebut unsur hara mikro ) yang berasal dari mineral-mineral dalam bahan induk tanah dan berasal dari bahan organik. Apabila logam berat tersebut dibuang dalam konsentrasi yang besar ke tanah, maka akan menyebabkan tanaman yang tumbuh diatas tanah akan keracunan logam berat.
- Polusi udara yang disebabkan industri petrokimia, juga dapat menyebabkan penyakit kanker paru-paru. Kasus ini pernah diselidiki di Taiwan yang menyebabkan kematian pada wanita karena kanker paru - paru dari tahun 1990 - 1994. Data tentang kematian akibat kanker paru- paru diperoleh dari Bureau of Vital Statisctic Departemen Kesehatan Taiwan. Dari penelitian yang telah dilakukan, secara statistik diperoleh tingkat significant probabilitas < 0,05 (tingkat kepercayaan 95%).Hal ini menunjukan bahwa pengaruh pencemaran udara akibat kegiatan industri petrokimia memang menyebakan kanker paru - paru pada wanita. Proporsi sampel diambil dari total penduduk kota Taiwan yang bekerja di industri petrokimia, dalam hal ini wanita.
- Kebisingan, disebabkan akibat bunyi mesin - mesin pembangkit listrik, pompa, kompresor , dan sebagainya yang memerlukan energi besar. Apabila nilai ambang batas kebisingan telah terlewati, maka akan menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja atau penduduk setempat. Bahkan mengusik satwa-satwa yang hidup disekitar proyek. Sejak tahun 1979 di Jerman dilakukan penelitian tentang kebisingan yang ditimbulkan oleh industri petrokimia dan penyulingan minyak. Dari hasil yang diperoleh, ternyata masalah kebisingan sangat menggangu pekerjaan para karyawan pabrik dan data yang diperoleh digunakan untuk perkiraan tahun 1991. Dari penelitian tersebut dipe-r oleh jarak yang ideal untuk tempat tinggal dari suara kebisingan adalah 1.500 m dari sumber keb- isingan dalam hal ini adalah industri petrokimia. ( kasus di North Rhine, Jerman ). Selain itu, penyebaran kebisingan dipengaruhi oleh sejumlah faktor fisik yang mengakibatkan penerusan dan pengurangan kebisingan. Antara lain adalah meteorologi, suhu, dan karakteristik permukaan tanah yang mengabsorbsi atau meneruskan suara. •
Komentar
Posting Komentar